The Art Of Oral Lagam In Alas Ethnic Literature As Intangible Cultural Heritage: Preservation Strategies And Contemporary Challenges
Keywords:
sastra lisan, etnik Alas, budaya takbenda, keberlanjutan budaya, tradisi lisanAbstract
Penelitian ini mengkaji tradisi lisan lagam pada masyarakat etnik Alas di Aceh Tenggara sebagai bentuk warisan budaya takbenda yang memuat ekspresi estetis, pendidikan moral, dan pengaturan sosial. Lagam berfungsi sebagai genre sastra lisan performatif yang hidup dalam upacara adat, praktik ritual, dan interaksi sosial sehari-hari, serta menjadi media pewarisan nilai etika, memori kolektif, dan identitas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografis dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pelaku lagam, serta dokumentasi audio-visual pertunjukan. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi bentuk, fungsi sosio-kultural, dan tantangan kontemporer yang memengaruhi keberlanjutan tradisi lagam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagam berperan penting dalam menanamkan norma moral, melegitimasi nilai-nilai adat, dan memperkuat solidaritas sosial melalui bahasa puitis, simbolik, dan ekspresi performatif. Namun demikian, keberlanjutan tradisi ini menghadapi tantangan serius berupa menurunnya regenerasi pelaku, terbatasnya ruang pertunjukan, minimnya dukungan kelembagaan, serta dominasi budaya populer dan digital. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelestarian adaptif yang menekankan praktik budaya hidup melalui partisipasi komunitas, integrasi pendidikan, pemanfaatan media digital, dan dukungan kebijakan budaya agar lagam tetap relevan dan bermakna bagi generasi masa depan.
References
Atmazaki. (2019). Analisis sastra: Teori, metodologi, dan aplikasi. Angkasa.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Finnegan, R. (2012). Oral literature in Africa. Open Book Publishers. https://doi.org/10.11647/OBP.0025
Hall, S. (1996). Cultural identity and diaspora. In P. Mongia (Ed.), Contemporary postcolonial theory: A reader (pp. 110–121). Arnold.
Heryanto, A. (2018). Identitas dan kenikmatan: Politik budaya layar Indonesia. Kepustakaan Populer Gramedia.
Sedyawati, E. (2016). Budaya Indonesia: Kajian arkeologi, seni, dan sejarah. Rajawali Press.
Sibarani, R. (2014). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).
Smith, L., & Akagawa, N. (Eds.). (2009). Intangible heritage. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203884977
UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. UNESCO.
UNESCO. (2017). Oral traditions and expressions. UNESCO Intangible Cultural Heritage Section.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sunawardi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










